SDN 4 Cingebul. Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) melalui pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) dan Human Papillomavirus (HPV) digelar di SDN 4 Cingebul pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas 1 untuk imunisasi MR serta siswi kelas 5 untuk mendapatkan imunisasi HPV. Pelaksanaan imunisasi berlangsung lancar dengan pendampingan tiga orang petugas bidan dan guru wali kelas 1.
Sebelum proses pemberian imunisasi dimulai, para siswa terlebih dahulu mendapatkan edukasi dari petugas kesehatan. Penyampaian edukasi tersebut dilakukan agar siswa memahami tujuan imunisasi sekaligus memperoleh gambaran mengenai proses yang akan mereka jalani. Dengan pendekatan yang komunikatif, petugas bidan memberikan penjelasan secara sederhana sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih tenang dan tidak merasa takut saat menerima imunisasi.
Imunisasi BIAS MR diberikan kepada siswa kelas 1 sebagai salah satu langkah pencegahan terhadap penyakit campak dan rubella. Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyerang anak-anak, sedangkan rubella juga dapat menimbulkan dampak kesehatan yang perlu dicegah sejak dini. Pemberian imunisasi di lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan perlindungan kesehatan anak melalui pembentukan antibodi terhadap penyakit tersebut.
Sementara itu, imunisasi HPV diberikan kepada siswa perempuan kelas 5. Pemberian vaksin tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan infeksi Human Papillomavirus (HPV), yaitu virus yang berkaitan erat dengan terjadinya kanker leher rahim atau kanker serviks. Melalui imunisasi sejak usia sekolah, perlindungan terhadap infeksi HPV diharapkan dapat dibangun lebih awal sehingga risiko penyakit yang ditimbulkan virus tersebut pada masa mendatang dapat ditekan.
Petugas bidan Ibu Rundi menjelaskan bahwa edukasi sebelum imunisasi merupakan bagian penting dalam kegiatan BIAS. Menurutnya, anak-anak perlu memperoleh pemahaman terlebih dahulu agar mereka mengetahui alasan imunisasi diberikan dan manfaat yang dapat diperoleh. Penjelasan tersebut juga menjadi upaya untuk membangun keberanian siswa sehingga proses imunisasi dapat berlangsung dengan tertib.
“Sebelum imunisasi diberikan, anak-anak kami edukasi terlebih dahulu mengenai tujuan dan manfaat imunisasi. Kami memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami supaya mereka lebih siap dan tidak terlalu takut ketika akan mendapatkan imunisasi,” ujar Bu Bidan Rundi.
Dalam pelaksanaannya, siswa kelas 1 menjadi sasaran imunisasi MR, sedangkan siswa perempuan kelas 5 menjadi sasaran imunisasi HPV. Para siswa mengikuti arahan petugas secara bergantian. Kehadiran tiga orang petugas bidan membantu proses pelayanan imunisasi berjalan lebih teratur. Guru wali kelas 1 juga turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung, khususnya dalam memberikan arahan dan menjaga suasana tetap kondusif.
Guru wali kelas 1, Ibu Dian Pratiwi, S.Pd., mengatakan bahwa pendampingan guru diperlukan karena sebagian siswa masih merasa cemas ketika mengetahui akan menerima suntikan. Menurutnya, keberadaan guru di sisi siswa dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu siswa mengikuti tahapan kegiatan dengan tertib.
“Anak-anak awalnya ada yang merasa takut karena akan disuntik, tetapi setelah diberikan penjelasan oleh bidan, mereka menjadi lebih memahami manfaat imunisasi. Kami sebagai guru juga terus memberikan semangat dan mendampingi mereka agar tetap tenang,” kata Bu Dian Pratiwi, S.Pd.
Suasana kegiatan kemudian menjadi lebih santai setelah siswa mendapatkan penjelasan dari petugas kesehatan. Salah satu siswa kelas 1, Hanum, mengaku sempat merasa takut sebelum mendapatkan imunisasi. Namun, setelah mendengarkan penjelasan dari bidan dan mendapatkan dukungan dari guru, ia menjadi lebih berani untuk mengikuti proses imunisasi.
“Tadi saya sedikit takut disuntik, tetapi Bu Bidan menjelaskan kalau imunisasi itu supaya kita tetap sehat. Setelah itu saya jadi berani. Rasanya cuma kaya digigit semut,” tutur Hanum, siswa kelas 1 SDN 4 Cingebul.
Pengalaman Rayya tersebut menggambarkan bahwa pendekatan edukatif dan pendampingan secara langsung dapat membantu mengurangi rasa takut anak terhadap imunisasi. Bagi siswa kelas 1 yang baru memasuki lingkungan sekolah dasar, pengalaman menerima imunisasi dapat menjadi kesempatan untuk belajar mengenai keberanian sekaligus pentingnya menjaga kesehatan.
Kegiatan imunisasi tersebut tidak hanya menjadi agenda pelayanan kesehatan di sekolah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan kesehatan bagi siswa. Edukasi yang diberikan sebelum imunisasi membantu anak mengenal pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan penyakit sejak dini. Dengan demikian, siswa tidak sekadar menerima vaksin, tetapi juga memperoleh pengetahuan dasar mengenai manfaat imunisasi bagi kesehatan tubuh.
Pelaksanaan BIAS MR dan HPV di SDN 4 Cingebul berlangsung dalam suasana tertib dan lancar. Para petugas kesehatan, guru, dan siswa bekerja sama mengikuti rangkaian kegiatan sesuai arahan. Pendampingan dari guru turut membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi siswa, sementara petugas bidan memastikan pelayanan imunisasi diberikan sesuai sasaran yang telah ditentukan.
Bagi siswa kelas 1, imunisasi MR menjadi langkah perlindungan terhadap campak dan rubella. Sementara bagi siswa perempuan kelas 5, imunisasi HPV menjadi bagian dari investasi kesehatan jangka panjang untuk membantu mencegah infeksi HPV yang dapat menjadi penyebab utama kanker leher rahim. Upaya tersebut sekaligus mendukung tujuan kesehatan masyarakat dalam menekan angka kejadian kanker serviks di Indonesia.
Melalui kegiatan BIAS ini, SDN 4 Cingebul menunjukkan dukungan terhadap upaya peningkatan kesehatan peserta didik melalui tindakan preventif. Imunisasi yang diberikan sejak usia sekolah diharapkan mampu memberikan perlindungan dan membangun kesadaran pentingnya pencegahan penyakit. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu tersebut pun menjadi momentum bagi siswa untuk mengenal lebih dekat pentingnya imunisasi sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Dengan edukasi yang dilakukan sebelum imunisasi, pendampingan guru, serta pelayanan dari petugas kesehatan, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. BIAS MR dan HPV di SDN 4 Cingebul diharapkan tidak hanya memberikan manfaat perlindungan kesehatan bagi siswa saat ini, tetapi juga menjadi bekal kesadaran kesehatan untuk masa depan.
Kontributor : SDN 4 Cingebul
Editor : Azizain Isfahani



Tidak ada komentar:
Posting Komentar