SDN 4 Cingebul, 5 Agustus 2026 – Upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) yang menggelar Sosialisasi Bullying bagi siswa SDN 4 Cingebul pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas 4 tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas III, IV, V, dan VI dengan penuh antusias. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuknya, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian tujuan pelaksanaan sosialisasi oleh mahasiswa KKN UNUGHA. Sejak awal acara, para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami sehingga sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Mahasiswa juga memanfaatkan media presentasi, ilustrasi sederhana, serta contoh kejadian yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari agar siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa bullying bukan hanya berupa tindakan kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, hinaan, ancaman, pengucilan, hingga tindakan yang membuat seseorang merasa takut, sedih, atau kehilangan rasa percaya diri. Melalui penjelasan tersebut, siswa diajak mengenali berbagai bentuk perilaku yang selama ini mungkin dianggap sebagai candaan, padahal dapat menyakiti perasaan teman. Edukasi semacam ini dinilai penting agar peserta didik mampu membedakan perilaku yang mencerminkan persahabatan dengan tindakan yang termasuk perundungan.
Selain mengenalkan bentuk-bentuk bullying, mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai dampak negatif yang dapat dirasakan oleh korban maupun pelaku. Korban bullying dapat mengalami rasa takut, kehilangan semangat belajar, menurunnya kepercayaan diri, hingga enggan berinteraksi dengan teman-temannya. Sementara itu, pelaku bullying juga berpotensi memiliki kebiasaan berperilaku agresif apabila tidak mendapatkan pembinaan sejak dini. Oleh karena itu, seluruh siswa diajak untuk membangun kebiasaan saling menghormati, menghargai perbedaan, serta memperlakukan teman dengan baik tanpa membedakan latar belakang, kemampuan, maupun kondisi fisik.
Mahasiswa KKN turut mengajak siswa untuk berani mengambil sikap apabila menemukan tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Siswa diberikan pemahaman bahwa mereka tidak boleh menjadi pelaku maupun pendukung bullying. Sebaliknya, mereka diharapkan mampu menjadi teman yang peduli, memberikan dukungan kepada korban, serta segera melaporkan kejadian tersebut kepada guru atau orang tua agar dapat ditangani dengan tepat. Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta yang tampak aktif menyimak setiap penjelasan.
Agar suasana pembelajaran semakin menarik, mahasiswa KKN menyisipkan berbagai sesi interaktif berupa tanya jawab dan permainan edukatif. Para siswa diberi kesempatan menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, serta menceritakan pengalaman sederhana mengenai pentingnya menghargai teman. Metode penyampaian yang komunikatif membuat suasana kelas menjadi hidup dan penuh semangat. Hampir seluruh peserta terlihat berani mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri.
Keseruan kegiatan semakin terasa ketika mahasiswa KKN mengadakan kuis berhadiah di akhir sesi materi. Berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan bullying diberikan kepada peserta untuk menguji pemahaman mereka. Siswa yang mampu menjawab dengan benar memperoleh hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan perhatian mereka selama mengikuti kegiatan. Momen tersebut disambut dengan sorak gembira dan tepuk tangan dari seluruh peserta sehingga suasana sosialisasi berlangsung semakin meriah tanpa mengurangi nilai edukasi yang ingin disampaikan.
Melalui pendekatan yang menyenangkan tersebut, materi mengenai bullying dapat diterima dengan lebih mudah oleh para siswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar mengenai pentingnya empati, kerja sama, sikap saling menghormati, dan keberanian untuk berkata tidak terhadap segala bentuk perundungan. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Kegiatan sosialisasi berlangsung tertib, lancar, dan penuh keakraban. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian acara hingga selesai dengan penuh semangat. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta keaktifan mereka dalam mengikuti permainan edukatif dan kuis. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang interaktif mampu meningkatkan minat siswa untuk memahami materi yang disampaikan.
Salah seorang guru SDN 4 Cingebul, Ibu Dwi Budiyanti mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat besar bagi perkembangan karakter peserta didik. Menurutnya, edukasi mengenai bullying perlu diberikan secara berkelanjutan agar siswa memiliki kesadaran sejak dini untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNUGHA. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan mudah dipahami oleh anak-anak. Semoga setelah kegiatan ini para siswa semakin memahami pentingnya saling menghormati, tidak mengejek teman, serta bersama-sama menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman, nyaman, dan bebas dari bullying," ujar Ibu Dwi Budiyanti.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN UNUGHA, Kakak Azizah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pendidikan karakter. Menurutnya, sekolah dasar menjadi tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai saling menghargai karena pada usia tersebut anak-anak sedang membentuk kebiasaan dan karakter yang akan mereka bawa hingga dewasa.
"Melalui sosialisasi ini kami berharap siswa memahami bahwa bullying bukanlah candaan yang boleh dilakukan, melainkan tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Kami ingin mengajak seluruh siswa untuk menjadi teman yang saling mendukung, saling menghormati, serta berani menolak segala bentuk perundungan. Semoga apa yang kami sampaikan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah, aman, dan menyenangkan," ungkap Kakak Windi.
Melalui kegiatan Sosialisasi Bullying ini, diharapkan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap pentingnya mencegah perundungan semakin meningkat. Kolaborasi antara sekolah dan mahasiswa KKN menjadi langkah nyata dalam menanamkan pendidikan karakter sekaligus membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi sikap saling menghargai, peduli, dan menghormati sesama. Dengan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari bullying, peserta didik akan lebih nyaman belajar, berkembang, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter positif.
Kontributor : SDN 4 Cingebul
Editor : Azizain Isfahani


Tidak ada komentar:
Posting Komentar