SDN 4 Cingebul — Semangat melestarikan bahasa Banyumasan atau bahasa Jawa dialek Banyumas kembali menggema dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Lumbir Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, di SDN 1 Lumbir tersebut diikuti oleh seluruh guru dan tujuh siswa pilihan dari 34 sekolah dasar (SD) yang berada di wilayah Kecamatan Lumbir.
Festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan antarsiswa, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, menggunakan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa daerah. Melalui berbagai cabang lomba yang disajikan, para siswa ditantang untuk menunjukkan kemampuan berbahasa, bersastra, dan berbudaya menggunakan bahasa Banyumasan atau bahasa Jawa dialek Banyumas.
SDN 4 Cingebul turut ambil bagian dalam kegiatan dengan mengirimkan tujuh siswa terbaik untuk mengikuti tujuh cabang lomba yang telah ditentukan. Ketujuh siswa itu masing-masing tampil pada bidang yang berbeda sesuai dengan kemampuan dan persiapan yang telah dilakukan sebelumnya.
Pada cabang lomba ndagel ijen, SDN 4 Cingebul diwakili oleh Ananda Afuww. Sementara itu, cabang tembang macapat diwakili oleh Ananda Wisnu, geguritan oleh Ananda Khaira, serta menulis cerkak oleh Ananda Nimas. Selanjutnya, Ananda Jinan mengikuti cabang menulis dan membaca aksara Jawa, Ananda Lintang mengikuti lomba mendongeng, dan Ananda Zea tampil dalam cabang sesorah.
Kehadiran para peserta dari SDN 4 Cingebul mendapat dukungan penuh dari para guru. Persiapan dilakukan dengan memberikan pendampingan dan latihan agar masing-masing siswa dapat tampil secara maksimal. Meski demikian, suasana perlombaan tetap menghadirkan ketegangan tersendiri bagi sebagian peserta, terutama ketika harus menunggu giliran untuk tampil di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.
Rasa gugup tersebut menjadi bagian dari pengalaman berharga bagi para siswa. Beberapa peserta mengaku merasa deg-degan sebelum memasuki arena lomba. Namun, setelah berhasil menyelesaikan penampilan masing-masing, perasaan tersebut perlahan berubah menjadi rasa lega dan bangga karena telah mampu melewati tantangan.
Kegiatan FTBI tingkat Kecamatan Lumbir Tahun 2026 secara umum berlangsung dengan lancar. Para siswa dari berbagai sekolah tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Semangat tersebut menunjukkan bahwa bahasa daerah masih memiliki tempat penting di kalangan generasi muda apabila dikemas melalui kegiatan yang menarik, kompetitif, dan memberikan ruang bagi siswa untuk berekspresi.
Bagi SDN 4 Cingebul, hasil perlombaan tahun ini menjadi sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Dari tujuh cabang lomba yang diikuti, sekolah tersebut berhasil membawa pulang dua piala. Prestasi pertama diraih oleh Ananda Afuww yang berhasil memperoleh juara III pada cabang lomba ndagel ijen. Prestasi kedua diraih oleh Ananda Zea yang mendapatkan juara III pada cabang lomba sesorah.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kedua siswa, tetapi juga bagi sekolah, guru, dan seluruh warga SDN 4 Cingebul. Prestasi itu sekaligus menjadi bukti bahwa keberanian siswa untuk tampil dan berkompetisi dapat menghasilkan pengalaman positif yang berkesan.
Momen haru terjadi setelah pengumuman pemenang. Ananda Afuww tidak kuasa menahan tangis ketika menerima piala juara III cabang ndagel ijen. Tangisan tersebut bukan karena kesedihan, melainkan luapan rasa haru dan bahagia. Piala tersebut menjadi pencapaian istimewa karena merupakan piala pertama yang berhasil diraihnya setelah beberapa kali mengikuti berbagai perlombaan.
Dengan mata berkaca-kaca, Afuww mengungkapkan rasa bahagianya setelah mengetahui dirinya berhasil meraih juara. “Saya sangat senang dan terharu karena ini pertama kalinya saya mendapatkan piala setelah beberapa kali mengikuti lomba. Saya tidak menyangka bisa mendapatkan juara,” ujar Ananda Afuww setelah menerima penghargaan.
Perasaan lega juga dirasakan setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai. Pengalaman mengikuti FTBI memberikan pelajaran bahwa keberhasilan bukan hanya tentang memperoleh piala, tetapi juga mengenai keberanian untuk tampil, berusaha, dan mengatasi rasa gugup ketika berada di hadapan banyak orang.
Ibu Anita Larasati, S.Pd., sebagai salah satu pendamping dari SDN 4 Cingebul, turut mengapresiasi perjuangan ketujuh siswa yang telah mengikuti perlombaan. Menurutnya, keberanian siswa untuk tampil dalam ajang FTBI merupakan pengalaman penting yang dapat membangun rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa daerah.
“Anak-anak sudah berusaha dan mengikuti lomba dengan sangat antusias. Ada yang merasa deg-degan sebelum tampil, tetapi setelah selesai mereka merasa lega. Kami tentu sangat bersyukur atas hasil yang diperoleh dan bangga kepada semua siswa yang sudah berani tampil,” kata Ibu Anita Larasati, S.Pd.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti FTBI memiliki nilai penting dalam upaya menjaga keberadaan bahasa Banyumasan di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan sejak usia sekolah agar generasi muda tidak hanya mengenal bahasa Banyumasan, tetapi juga memiliki kebanggaan untuk menggunakannya.
“Yang paling penting adalah anak-anak mau mengenal dan mencintai bahasa daerahnya. Piala tentu membanggakan, tetapi pengalaman, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya Banyumasan jauh lebih penting untuk mereka bawa ke depannya,” tuturnya.
Pelaksanaan FTBI Kecamatan Lumbir Tahun 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Festival tersebut menjadi pertemuan antara pendidikan, budaya, kreativitas, dan semangat generasi muda dalam menjaga warisan bahasa daerah. Dua piala yang dibawa pulang SDN 4 Cingebul menjadi bonus atas perjuangan para siswa, sekaligus penyemangat untuk terus belajar dan berprestasi.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan budaya global, keberadaan kegiatan semacam FTBI menjadi salah satu langkah nyata untuk memastikan bahasa Banyumasan tetap hidup di tengah masyarakat. Dari panggung sederhana di sekolah, para tunas muda belajar bahwa bahasa daerah bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas budaya yang patut dijaga, dibanggakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kontributor : SDN 4 Cingebul
Editor : Azizain Isfahani


Tidak ada komentar:
Posting Komentar