SDN 4 Cingebul — Ajang Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) Siswa SD XXVII Tingkat Kecamatan Lumbir Tahun 2026 berlangsung semarak di SDN 1 Lumbir, Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang mempertemukan siswa-siswi pilihan dari 34 sekolah dasar di Kecamatan Lumbir tersebut menjadi momentum untuk menggali potensi, mengembangkan bakat, sekaligus melestarikan nilai-nilai keagamaan serta seni Islami di kalangan generasi muda. Dari gelaran tersebut, SDN 4 Cingebul berhasil membawa pulang dua kejuaraan yang membanggakan.
Sebanyak 19 siswa pilihan dari masing-masing sekolah dasar turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka didampingi oleh para guru dan tenaga kependidikan dari sekolah masing-masing. Seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam dan seni Islami. Kehadiran puluhan sekolah tersebut sekaligus menunjukkan antusiasme satuan pendidikan dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.
Bagi SDN 4 Cingebul, keikutsertaan dalam MAPSI XXVII Kecamatan Lumbir menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengasah keberanian, kreativitas, keterampilan, serta pemahaman terhadap ajaran agama Islam. Persiapan yang dilakukan sebelumnya menjadi bekal bagi para siswa untuk tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik ketika berhadapan dengan peserta dari sekolah lain.
Lomba MAPSI tahun ini menghadirkan beragam cabang yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan potensi sesuai bidang yang dikuasainya. Terdapat 10 kelompok cabang lomba yang meliputi cerita Islami putra dan putri, macapat Islami putra dan putri, khitobah putra dan putri, menulis khot putra dan putri, hifdzil Quran putra dan putri, pengetahuan PAI dan BTQ putra dan putri, salat dan wudu putra dan putri, tilawah putra dan putri, kaligrafi putra dan putri, serta adzan.
Rangkaian perlombaan berlangsung dengan tertib dan lancar. Setiap peserta berusaha menampilkan kemampuan terbaik sesuai bidang yang diikuti. Tidak hanya mengejar hasil perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk berani tampil di hadapan orang lain, menjunjung sportivitas, serta menghargai kemampuan peserta dari sekolah lain.
Kepala SDN 4 Cingebul, Bapak Suripto, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perjuangan para siswa yang telah mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, keberhasilan dalam perlombaan merupakan hasil dari kerja sama antara siswa, guru, orang tua, serta seluruh warga sekolah yang memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian anak-anak dalam MAPSI tahun ini. Mereka sudah berusaha memberikan yang terbaik. Dua kejuaraan yang diraih menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam dan seni Islami,” ujar Pak Suripto.
Ia menambahkan bahwa prestasi bukan semata-mata tentang mendapatkan juara, tetapi juga mengenai proses yang dilalui siswa. Keberanian untuk tampil, kedisiplinan dalam berlatih, kemampuan menerima hasil perlombaan, serta pengalaman berkompetisi merupakan bagian penting dari pendidikan karakter peserta didik.
Menurut Bapak Suripto, sekolah akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang mampu mengembangkan bakat dan minat siswa. Dengan adanya kegiatan seperti MAPSI, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga semakin mengenal dan mencintai nilai-nilai agama serta kebudayaan Islami.
Sementara itu, guru Pendidikan Agama Islam SDN 4 Cingebul, Bapak Eko Puji Haryanto, S.Pd.I., mengatakan bahwa MAPSI menjadi wadah yang sangat penting untuk mengetahui sekaligus mengembangkan potensi peserta didik dalam bidang keagamaan. Ia menilai setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda sehingga diperlukan ruang yang tepat agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal.
“MAPSI menjadi salah satu wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang keagamaan dan seni Islami. Kami mendampingi mereka dalam proses persiapan dan memberikan motivasi agar mereka berani tampil serta tidak takut berkompetisi,” kata Pak Eko.
Ia menjelaskan bahwa persiapan lomba tidak hanya diarahkan pada pencapaian prestasi, tetapi juga pada pembentukan sikap dan karakter siswa. Anak-anak dibiasakan untuk berlatih secara disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, dan tetap menjunjung sportivitas selama mengikuti kompetisi.
Hasilnya, perjuangan siswa SDN 4 Cingebul membuahkan dua prestasi. Ananda Farel berhasil meraih Juara 2 Kaligrafi Putra, sementara Ananda Wisnu meraih Juara Harapan 1 Adzan. Kedua capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah sekaligus menjadi bukti bahwa siswa SDN 4 Cingebul memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan.
Capaian tersebut juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan mengikuti berbagai kegiatan positif. Prestasi Farel dan Wisnu menunjukkan bahwa proses latihan, ketekunan, keberanian, serta dukungan dari lingkungan sekolah dapat menghasilkan pencapaian yang membanggakan.
Lebih dari sekadar ajang perlombaan, MAPSI XXVII Kecamatan Lumbir 2026 menjadi ruang perjumpaan antarsiswa dan sekolah untuk saling belajar serta mempererat kebersamaan. Nilai-nilai keislaman yang dikembangkan melalui berbagai cabang lomba diharapkan tidak berhenti di atas panggung kompetisi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan, MAPSI XXVII Tingkat Kecamatan Lumbir Tahun 2026 meninggalkan pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Bagi SDN 4 Cingebul, dua kejuaraan yang berhasil diraih menjadi penyemangat untuk terus mencetak prestasi sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Pendidikan Agama Islam dan seni Islami sejak usia sekolah dasar.
Kontributor : SDN 4 Cingebul
Editor : Azizain Isfahani


.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar